Frustrasi Rakyat Picu Masyarakat Gruduk Markas Brimob, Tuntut Aparat Bertanggung Jawab
Jumat, 29 Agustus 2025 | 23:30 WIB

Peserta aksi demonstrasi menggruduk Markas Brimob di Jakarta, menuntut pertanggungjawaban aparat atas tindakan brutal. (Foto: NU Online Jakarta)
Jakarta Pusat, NU Online Jakarta
Demonstrasi masyarakat yang menggruduk Markas Brimob sejak Jumat (29/8/2025) dipicu oleh frustrasi rakyat atas tindakan aparat yang dianggap brutal. Peserta aksi menilai gerakan ini spontan dan tidak terorganisir.
ADVERTISEMENT BY OPTAD
Peserta aksi Fahmi Fadilah (25) menjelaskan bahwa protes masyarakat lahir karena kekecewaan terhadap aparat yang bertindak represif.
ADVERTISEMENT BY ANYMIND
"Adili brutal, negara perlu bertanggung jawab terhadap tindakan aparat yang brutal," ujar Fahmi kepada NU Online Jakarta.
ADVERTISEMENT BY OPTAD
Ia menambahkan frustrasi rakyat juga disebabkan kebijakan pemerintah yang pro-elit dan janji lapangan pekerjaan yang belum terealisasi.
ADVERTISEMENT BY ANYMIND
"19 juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan hanya omong kosong," ujarnya.
Fahmi menyoroti pula program MBG yang anggarannya seharusnya dialokasikan untuk pendidikan gratis dan gaji guru.
ADVERTISEMENT BY ANYMIND
"Program MBG seharusnya anggarannya dialokasikan untuk pendidikan gratis maupun gaji guru," tambahnya.
Mengenai kepolisian, Fahmi menilai penguatan polisi jauh dari presisi, meski anggaran mencapai Rp3,8 triliun untuk tangani aksi.
"Penguatan kepolisian jauh dari presisi, tapi bersikap represif," tutup Fahmi.
ADVERTISEMENT BY ANYMIND