• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Rabu, 28 September 2022

Jakarta Raya

PCNU Jakarta Pusat Sambut Baik Kolaborasi Umara dan Ulama

PCNU Jakarta Pusat Sambut Baik Kolaborasi Umara dan Ulama
Foto: Haekal
Foto: Haekal

Jakarta Pusat, NU Online Jakarta

MWCNU Kecamatan Cempaka Putih menggelar acara penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengurus MWCNU Cempaka Putih di Aula Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (25/6/2022). Ketua PCNU Jakarta Pusat, Gus Syaifuddin kegiatan ini mencegah perpecahan dan semakin memperkuat organisasi.


"Setiap organisasi tidak akan pecah jika terus dilakukan penguatan kelembagaan seperti contoh kegiatan penguatan kelembagaan ini yang diharapkan menjadi langkah awal MWC NU di setiap kecamatan menjadikan NU lebih besar lagi," kata Gus Syaifuddin


Gus syaifuddin menyambut baik kolaborasi dengan pemerintah yang sudah lama dirawat, dengan memperhatikan NU sama dengan memperhatikan masyarakat secara luas.


"Pemerintah memperhatikan NU sejatinya telah memperhatikan masyarakat luas, karena NU melakukan pembinaan-pembinaan terhadap umat untuk lebih berdaya, bahkan NU hadir disetiap aksi sosial seperti kejadian bencana alam," paparnya


Ketua pc yang lulus S2 di UI Depok ini juga menegaskan bahwa sampai kapanpun NU akan kuat jika organisasinya dipatenkan.


"NKRI tidak akan bisa berdiri sampai hari kiamat, jika saja NU tidak kuat secara organisasi, maka yang pertama harus ada pengurusnya dan yang kedua harus ada kepemimpinan dalam organisasi harus selalu siap," ujar Ketua PC lulusan S2 Universitas Indonesia.


Belum selesai sampai disitu, Ketua PCNU yang telah melalang buana diberbagai organisasi ini mengingatkan kepada khalayak agar NU harus membaur dengan pemerintahan.


"Pak Camat mewakili Umara dan Pengurus NU mewakili Ulama maka akan terjadi kolaborasi aktif di masyarakat sehingga terciptanya kehidupan masyarakat yang baik seperti bangunan yang kokoh," cetusnya!


Selain itu Gus Bahauddin melalui Gus Syaifuddin turut memberikan pesan bahwa Umat Islam harus mengisi pada proses berjalannya pemerintahan guna tercapainya masyarakat yang tentram.


"Umat Islam tidak boleh anti kekuasaan jadi walikota, gubernur bahkan presiden dipersilahkan sebab jika anti kekuasaan, dan penguasa itu kurang baik maka akan berdampak pada ketentraman negara bahkan dapat merujuk kepada kehancuran," pungkas Gus Bahauddin yang disampaikan Gus Syaifuddin.


Kontributor: Haekal Attar

Editor: Junaidi


Editor:

Jakarta Raya Terbaru