• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Selasa, 29 November 2022

Jakarta Raya

PCNU Jakarta Timur Tingkatkan Kapasitas SDM Pengurus MWCNU

PCNU Jakarta Timur Tingkatkan Kapasitas SDM Pengurus MWCNU
Forum ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Jakarta Timur KH Ibnu Mulkan.
Forum ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Jakarta Timur KH Ibnu Mulkan.

Jakarta Timur, NU Online Jakarta

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Timur melakukan pembinaan, penguatan lembaga, dan peningkatan kapasitas Majelis Wakil Cabang (MWC) se-Jakarta Timur, Sabtu (28/05/2022) malam. PCNU Jakarta Timur mengumpulkan pengurus MWCNU se-Jakarta Timur di masjid Al-Ikhlas, PIK Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.


Tampak hadir pada forum ini pengurus harian PCNU Jakarta Timur, MWCNU se-Jakarta Timur, GP Ansor-Banser, IPNU dan IPPNU Cakung. Narasumber pada forum ini Wakil Syuriyah PWNU DKI Jakarta KH Muhammad Taufik Damas Lc dan KH Amiruddin.


Ketua MWCNU Cakung Kiai Udin Muin bersyukur karena acara ini digelar di wilayah Kecamatan Cakung. MWCNU Cakung adalah salah satu MWCNU dengan tingkat keaktifan yang sangat luar biasa. “Oleh karena itu tidak heran acara pada malam ini digelar di MWCNU Cakung," kata Kiai Udin.


Ketua PCNU Jakarta Timur Gus Azaz Nur Yaqin mengatakan, "Nahdlatul Ulama adalah organisasi besar yang tidak akan pernah mengkhianati Republik Indonesia. Tujuan pertama kita di NU adalah untuk berkhidmat, maka petuah yang terkenal dari KH Hasyim Asyari yaitu, ‘Barang siapa yang mengurusi NU maka dia adalah santriku, dan jika mereka santriku maka aku doakan agar masuk surga sampai anak cucunya.’"


Ia menambahkan, pengurus NU harus juga berhati-hati untuk tidak memanfaatkan NU untuk kepentingan personal atau kelompok secara sektarian.


Menurutnya, penguatan lembaga harus dilakukan agar NU dapat terus menjadi partner pemerintah dalam membangun bangsa dan negara Republik Indonesia.


Kiai Taufik Damas mengatakan, penguatan Lembaga harus bermula pada penguatan pada tataran mendasar, yaitu paham Ahlusunnah wal Jamaah-nya dahulu karena ajaran NU telah terpelihara pengajarannya dari Rasulullah SAW sampai sekarang melalui peran para ulama dengan pesantren, universitas, dan sekolah serta madrasah agar terpeliharanya ajaran dan nilai-nilai Islam.


“Poin utamanya tentang amaliyah (tahlilan, muludan), harakah (penguatan kelembagaan NU), serta siyasah fikriyyah (starategi politik kebangsaan),” kata Kiai Taufik.


Kiai Amiruddin lebih banyak membahas penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas MWCNU se-Jakarta Timur. Ia menyebut empat hal terpenting dalam peningkatan kapasitas MWCNU, yaitu peningkatan transformasi Aswaja, sumber daya manusia (SDM), kemandirian ekonomi, dan peningkatan organisasi.


Dalam hal sumber daya manusia, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perlu dilakukan di berbagai sektor strategis, yakni bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan kaderisasi berupa penguaan-penguatan lembaga pendidikan di lingkungan NU di bawah LP Ma'arif NU dari PAUD sampai Aliyah/SMA maupun lembaga pendidikan tinggi di bawah LPTNU, kata Kiai Amirudin.


Forum ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Jakarta Timur KH Ibnu Mulkan. Doa tersebut ditujukan untuk seluruh pengurus di tingkat PCNU dan MWCNU se-Jakarta Timur agar kuat secara lembaga dan agar dapat terus menjadi partner bagi pemerintah dan pengayom untuk umat.


Kontributor: Haekal Attar

Editor: Alhafiz Kurniawan


Jakarta Raya Terbaru