• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Rabu, 28 September 2022

Jakarta Raya

Puncak Lebaran Nahdliyin Jakarta Sajikan 2000 Porsi Nasi Liwet

Puncak Lebaran Nahdliyin Jakarta Sajikan 2000 Porsi Nasi Liwet
Warga NU makan bareng nasi liwet di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta. Foto: istimewa.
Warga NU makan bareng nasi liwet di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta. Foto: istimewa.

Jakarta Barat, NU Online Jakarta

 

Acara Puncak Lebaran Nahdliyin menyajikan 2000 porsi nasi liwet yang dimakan secara bersama-sama antara masyarakat dan pemerintah DKI Jakarta, usai pelaksanaan shalat Jumat, di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (9/9/2022). 


Sajian 2000 porsi nasi liwet itu merupakan persembahan khusus dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Administrasi Jakarta Barat, sebagai tuan rumah dari penyelenggaran Lebaran Nahdliyin itu. 


Ketua PCNU Jakarta Barat KH Agus Salim mengatakan, agenda Lebaran Nahdliyin itu digelar bertujuan untuk merajut kebersamaan, silaturahim, dan kekeluargaan bagi seluruh warga NU, khususnya di Jakarta Barat.


“Dengan nasi liwet yang disajikan lalu kita makan ramai-ramai, itu sebagai syukuran dan lebaran warga NU di Jakarta Barat setelah beberapa kegiatan yang dilaksanakan,” ungkap Kiai Agus.


Ia menjelaskan, Lebaran Nahdliyin dilaksanakan tepat pada 9 September 2022. Sementara September masuk bulan kesembilan, sedangkan sembilan merupakan simbol dari jumlah wali di tanah Jawa dan jumlah bintang di simbol NU.  


“Kita tepatkan peringatan Lebaran Nahdliyin pada 9 September yang akan terus-menerus dilakukan setiap tahunnya,” ungkap Kiai Agus Salim. 


Kiai Agus Salim berharap, kegiatan tersebut didukung oleh PBNU, sehingga 9 September setiap tahun digelar Lebaran Nahdliyin dan menjadi kegiatan nasional yang diikuti pengurus NU se-Indonesia.


Sementara itu, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PCNU Jakarta Barat sekaligus menjadikan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari sebagai pusat untuk melaksakan kegiatan NU.


“Masjid Raya ini harus jadi patokan kita untuk silaturahim bersama warga NU, masyakarat dan pemerintah (DKI Jakarta),” ungkapnya.


Kiai Samsul mengungkapkan, masjid yang terletak di Jalan Rusunawa Pesakih, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat itu menggunakan nama tokoh besar pendiri NU, yakni Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.


Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari itu dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Harapannya, NU dan Pemprov Jakarta bisa bersinergi dalam mengembangkan pengelolaan masjid. 


“(NU dan Pemprov bersinergi mengelola masjid) dengan kegiatan-kegiatan yang lebih manfaat untuk umat dan warga Jakarta,” pungkas Kiai Samsul.


Kontributor: Rakhman Jaya
Editor: Aru Elgete


Editor:

Jakarta Raya Terbaru