• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Kamis, 29 Februari 2024

Jakarta Raya

Rais Syuriah PWNU DKI Ajak Masyarakat Jakarta Membuat Produk Olahan Khas Betawi

Rais Syuriah PWNU DKI Ajak Masyarakat Jakarta Membuat Produk Olahan Khas Betawi
Sambutan KH Muhyidin Ishaq di Acara Seminar lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) DKI Jakarta, pada Sabtu (17/12/2022), (Foto: NU Online Jakarta/Ramadhani)
Sambutan KH Muhyidin Ishaq di Acara Seminar lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) DKI Jakarta, pada Sabtu (17/12/2022), (Foto: NU Online Jakarta/Ramadhani)

Jakarta Selatan, NU Online Jakarta

Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Muhyidin Ishaq mengajak masyarakat untuk membuat produk-produk makanan khas betawi sebagai usaha dalam melestarikan budaya dan meningkatkan ekonomi.


"Jadi saya kira ini penting, rata-rata masyarakat yang ada di pinggiran ini mampu membuat produk yang barang kali sudah pada langka, seperti makanan cemilan dan makanan ringan itu saya kira perlu dipertahankan dan di lestarikan seperti dodol, tape uli itu saya kira penting,” katanya di Acara Seminar Ketahanan Ekonomi Umat Nahdliyin Dalam Menghadapi Resesi Global 2023, di Audiotorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta Selatan, pada Sabtu (17/12/2022).


Kiai Muhyidin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jagakarsa. Menghimbau kepada lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) DKI Jakarta harus mampu menggali potensi-potensi yang ada di tengah-tengah masyarakat, khususnya yang berada di pinggiran kota. Sehingga pemerataan ekonomi dapat terjadi disetiap tempat.


Lebih lanjut, menurut Rois Syuriah PWNU DKI Masa Khidmah 2021-2026 itu menyatakan bahwa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) atau membuat sebuah perdagangan sangat relevan dengan semangat para Muassis NU terdahulu. 


"Sebelum NU didirikan, para Ulama mendirikan Nahdlatut Tujjar sebagai asosiasi para pedagang islam dahulu," terangnya.


Lebih mendalam, Kiai Muhyidin mengingatkan kepada LPNU DKI Jakarta agar dapat membuktikan kepada masyarakat tentang bagaimana kinerja perekomomian NU DKI Jakarta dalam membantu perekonomian umat.


"Jadi jangan sebagai sebuah angan-angan saja, jangan cuma lip service saja, tapi yuk kita buktikan dengan kongkrit ini adalah karya nyata LPNU DKI Jakarta," tuturnya.


Bukan tanpa alasan, ajakan Kiai Muhyidin Ishaq ini adalah efek dari isu resesi global tahun 2023 yang akan datang. 


Kiai Muhyidin mengatakan isu resesi ini harus ditanggapi dengan serius dan juga dipersiapkan dengan matang.


"Apa yang disampaikan oleh Pak Fatahillah tadi saya kira ini perlu mendapatkan tanggapan yang serius, kalo tidak kita sikapi sejak dini dengan persiapan-persiapan yang matang, barang kali kita semakin termajinal," ungkapnya.


Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif, Sekretaris PWNU DKI Jakarta KH Bahauddin, Ketua LPNU DKI Jakarta Muhammad Fatahillah (Gus Tata) dan Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) se-DKI Jakarta.


Pewarta: Ramadhani
Editor: Haekal Attar


Jakarta Raya Terbaru