• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Jumat, 21 Juni 2024

Jakarta Raya

Rektor UIN Jakarta: Ramadhan Harus Bertemu Allah dengan Perbanyak Amal Saleh

Rektor UIN Jakarta: Ramadhan Harus Bertemu Allah dengan Perbanyak Amal Saleh
Rektor UIN Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar (Foto: tangkapan layar kanal Youtube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Rektor UIN Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar (Foto: tangkapan layar kanal Youtube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Jakarta, NU Online Jakarta
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengajak kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia agar memperbanyak amal saleh saat bertemu Allah pada Ramadhan mendatang. 


"Ramadhan nanti kita harus Liqa’a Robbi (bertemu dengan Tuhan) dengan amalan saleh seperti sekolah, ngaji, sedekah dan shalat," ujarnya saat menyampaikan ceramah di Pengajian Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta dalam rangka menyongsong Ramadhan di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (25/02/2023).


Lebih dalam, Prof Asep menerangkan Ramadhan bukanlah bulan yang biasa seperti bulan lainnya. Di Bulan Ramadhan, umat Islam akan mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda ketika menjalankan amal kebaikan. Untuk itu, seyogyanya umat Islam harus meningkatkan kualitas ibadah dan menambah ibadah lainnya. 


"Jangan lupa tingkatkan kualitas ibadah puasa, shalat, dan ibadah kebaikan," terang  Professor yang pernah menjabat Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta itu.


Selain mengingatkan tentang Ramadhan mulia, Prof Asep juga mengajak umat Islam agar merenungkan tentang peristiwa Isra’ Mi'raj, dimana Rasulullah mendapatkan perintah risalah yang disebut dengan shalat. Pada kesempatan itu ia menautkan antara ibadah Rajab dengan ibadah Ramadhan sebagai ajang meningkatkan ketaatan kepada Allah.


"Kita perlu merenungkan peristiwa Isra’ Mi'raj dimana Rasulullah mendapatkan perintah risalah yang disebut dengan shalat. Shalat bukan sembarang syiar, Nabi dan Rasul sebelumnya juga mendapatkan perintah shalat. Diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam memiliki keagungan yang dahsyat. Shalat juga dapat dihubungkan dengan sabar," jelasnya. 


Lanjut dalam dakwahnya, Prof Asep mendorong Nahdliyin untuk mengelola, memperkuat dan mengembangkan ukhuwah Islamiyah dalam rangka menyambut NU di abad kedua. Ia memotivasi agar warga NU fokus pada kemandirian ekonomi melalui koin NU. 


"NU harus bangkit, Muslimat NU harus mandiri dalam kemandirian ekonomi gerakan koin NU zakat NU, dengan demikian kita bisa membantu yang membutuhkan," ungkap Prof Asep yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Lembaga Wakaf Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Tangerang Selatan itu.


Terakhir, Prof Asep menuturkan bahwa majunya Indonesia dilatarbelakangi dengan majunya Nahdlatul Ulama.


"Indonesia akan lebih maju kalau Nahdlatul Ulama maju. Soalnya, lebih dari setengah dari Indonesia adalah orang NU," pungkasnya.


Pewarta: Wiwit Musaadah
Editor: Khoirul Rizqy At-Tamami


Jakarta Raya Terbaru