• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Selasa, 31 Januari 2023

Jakarta Raya

Ketua PCNU Jakpus: Santri Itu Warisan Intelektual Bagi NU

Ketua PCNU Jakpus: Santri Itu Warisan Intelektual Bagi NU
Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifuddin menyampaikan bahwa santri merupakan aset potensial bagi bangsa Indonesia dan aset intelektual NU (Ilustrasi: Mukhtar Tholib)
Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifuddin menyampaikan bahwa santri merupakan aset potensial bagi bangsa Indonesia dan aset intelektual NU (Ilustrasi: Mukhtar Tholib)

Jakarta Pusat, NU Online Jakarta

Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifuddin menyampaikan bahwa santri merupakan cikal bakal intelektual di lingkungan NU. oleh karena itu, santri merupakan motor NU ke depan.


“Santri itu istilah yang disematkan kepada seorang pelajar yang sarungan dan pecian. Hanya ada di Indonesia, dan menjadi warisan intelektual masa depan organisasi Nahdlatul Ulama,” kata Gus Syaifuddin dalam acara Apel Nasional Hari Santri 2022 di Perguruan Islam Manhalun Nasyiin Sawah Besar Jakarta Pusat, Ahad (22/10/2022).


Gus Syaifuddin menjelaskan sebagai kaum yang terdidik, santri dibentuk untuk selalu mengaji dan hormat kepada guru, kiai dan bangsa Indonesia. 


“Puncaknya seorang berilmu itu adab. Selain diwajibkan mengaji dengan metode bandongan atau setoran setiap hari. Santri wajib mempraktikkan ilmu yang telah didapat dan juga memiliki akhlak dan etika yang bagus,” jelasnya.


Gus Syaifuddin menambahkan sebagai warisan intelektual NU, santri wajib menginovasi ilmu yang telah diterima dari pesantren. 


“Adik-adik santri sekalian wajib menginovasi ilmu yang telah dipelajari. Yang mana mempertahankan metode lama yang baik dan merespons sumber ilmu yang lebih baik yang hadir di era digital ini. Sebagai rujukan, kalian semua mengambilnya dari kitab-kitab kuning salaf namun cara penyampaiannya bisa dengan bisa dengan slide power point, dan mencari contoh studi kasus yang terbaru yang ada di sekitar kita,” tambahnya.


Pada momentum Hari Santri 2022, Gus Syaifuddin berpesan agar santri tidak boleh menutup mata dengan kondisi Indonesia saat ini.


“Indonesia saat ini butuh santri, Ketika tidak sedikit pelajar yang terpapar obat-obatan terlarang, radikalisme, tawuran, dan penyakit yang negatif lainnya. Santri harus turun dan ikut andil dalam mewarnai kondisi Indonesia. Dan santri tidak boleh minder serta malu. Terus maju untuk menjadi manusia yang bermanfaat,”pesannya.


Dalam kegiatan ini hadir Rais Syuriyah PCNU Jakpus KH Ahmad Samman, KH Mujahidin Ali, Sekretaris PCNU Jakpus Ust Fuad Cholil, bendahara PCNU Jakpus Ust Rifqi Fuadi, Ketua MWCNU Se-Jakarta Pusat, Badan Otonom dan warga NU lainnya.


Kontributor: Farhan Maksudi

Editor: Alhafiz Kurniawan


Jakarta Raya Terbaru