• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Rabu, 28 September 2022

Jakarta Raya

MWCNU Pancoran Minta PRNU yang Dilantik Perbarui Semangat Khidmah

MWCNU Pancoran Minta PRNU yang Dilantik Perbarui Semangat Khidmah
“Saya mengimbau seluruh pengurus ranting NU untuk tidak malu-malu lagi menunjukkan baju NU dan atribut-atribut NU di manapun kita berada, dan pada acara dan acara apapun,” kata H Abdurrahman.
“Saya mengimbau seluruh pengurus ranting NU untuk tidak malu-malu lagi menunjukkan baju NU dan atribut-atribut NU di manapun kita berada, dan pada acara dan acara apapun,” kata H Abdurrahman.

Jakarta Selatan, NU Online Jakarta

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pancoran H Abdurrahman melantik enam Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, di Aula kompleks Pomad, Jalan Kalibata Tengah, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2022) malam.


Abdurrahman mengingatkan pengurus baru untuk menggali semangat khidmah keorganisasian dalam momen pelantikan ini. Abdurrahman meminta penguru baru PRNU yang baru dilantik untuk memberikan layanan keumatan dan kemasyarakatan di lingkungan masing-masing.


“Saya mengimbau seluruh pengurus ranting NU untuk tidak malu-malu lagi menunjukkan baju NU dan atribut-atribut NU di manapun kita berada, dan pada acara dan acara apapun,” kata H Abdurrahman.


Menurutnya, pengurus NU memiliki pengalaman keorganisasi dan kemudian mengabdikan diri dalam khidmah tanpa batas untuk menjadi pemimpin masyarakat untuk kemaslahatan umat.


Pelantikan ranting NU se-Kecamatan Pancoran dihadiri oleh Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif, Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdulrozak Alwi, Walikota Jakarta Selatan, Kasi Bimas Islam Jaksel H Nana Alisyahbana, camat Pancoran, Kapolsek Metro Pancoran, serta alim-ulama se-Kecamatan Pancoran.


Kiai Abdulrozak Alwi dalam sambutannya mengatakan, di NU itu tidak memandang usia. Menurutnya, siapapun yang memiliki kemampuan berhak menjadi pengurus di setiap tingkatan. Ia juga mengingatkan urgensi keterlibatan masyarakat pada NU.


“Jangan lagi kita malu-malu untuk ber-NU untuk meneruskan perjuangan orang-orang tua kita di masa lalu untuk membentengi anak-cucu kita di kemudian hari agar tidak terjerumus dari ajaran dan paham yang tidak sesuai dengan syariat Islam,” kata Kiai Rozak Alwi.


Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif menegaskan bahwa orang-orang Betawi itu pada dasarnya Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. “Orang betawi itu Aswaja NU kecuali orang-orang yang tidak mau untuk berinteraksi,” kata Kiai Samsul.


Editor: Alhafiz Kurniawan


Jakarta Raya Terbaru