• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Jumat, 19 April 2024

Jakarta Raya

Sembako Naik, PWNU Jakarta Minta Pemprov Kendalikan Harga

Sembako Naik, PWNU Jakarta Minta Pemprov Kendalikan Harga
Kondisi perdagangan beras di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan (Foto: NU Online/Suwitno)
Kondisi perdagangan beras di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online Jakarta

Hasil pantauan NU Online di Pasar Rumput, Jakarta dan Pasar Sumber Jaya Bekasi, kenaikan harga beras premium menjadi Rp17.000 per kg hingga Rp 18.000 per kg serta kenaikan harga beras kualitas rendah dari Rp12.000 per kg menjadi Rp14.000 per kg merupakan lonjakan yang signifikan.


Menanggapi peristiwa itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar dapat mengambil langkah-langkah cepat dalam mengendalikan harga beras di pasar.


"Terkait situasi kelangkaan dan semakin tingginya harga sembako, PWNU DKI Jakarta meminta pemerintah provinsi DKI Jakarta agar mengambil langkah cepat untuk mengendalikan harga dan memenuhi kelangkaan sembako di pasar," katanya dalam forum Rapat Pleno Sosialisasi Hasil Konferensi Besar Pengurus Besar (PBNU) 2024 di Roemah Djan, Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2024) lalu. 


Lebih dari itu, Kiai Samsul juga berencana akan membuat gerakan Pasar Murah di titik-titik rentan kelangkaan sembako. "Sehingga kita bisa menjangkau masyarakat yang tengah kesulitan akibat sembako yang tengah tinggi harga belinya," katanya.


Pedagang Pasar Rumput Jakarta, Bambang mengaku kenaikan harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok menjadi masalah serius bagi pedagang dan pembeli. Selain omset, dia harus rela kehilangan pelanggan jika harga beras terus melambung tinggi. 


"Mengurangi sudah pasti, cuma pelanggan tidak terima dengan kenaikan harga ini karena naiknya enggak kira-kira," ujarnya ditemui NU Online, Selasa (20/2/2024). 


Bambang menduga penyebab lonjakan harga beras karena pasokan dari Petani yang gagal panen sebab pupuk mahal hingga bencana banjir.  "Informasi yang saya ketahui pasokan padi berkurang karena akibat bencana banjir, hujan lebat jadi sawah pada terendam," tuturnya. 


Pedagang Beras di Pasar Sumber Jaya Bekasi, Rizki, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi hampir tiga minggu terakhir. Kenaikan ini berimbas pada menurunnya omzet pedagang. 


"Biasanya pembeli membeli yang 10 kg, sekarang jadi 5 kg. Penjualannya jadi turun 50 persen. Mencari (beras) juga susah, setiap ketemu yang jual pasti harganya naik,” terangnya.


Penulis: Haekal Attar
Editor: Khoirul Rizqy At-Tamami


Jakarta Raya Terbaru