Susul Nasdem, PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Anggota DPR
Ahad, 31 Agustus 2025 | 17:17 WIB

Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi, saat menyampaikan keterangan resmi penonaktifan Eko Patrio dan Uya Kuya dari Anggota DPR pada Ahad (31/8/2025). (Foto: PAN)
M. Rifqi Ardhilah
Kontributor
Jakarta, NU Online JakartaÂ
Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya dari anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI menyusul Partai Masdem yang telah menonaktifkan dua anggotanya, yaitu Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari posisi anggota DPR RI Fraksi Nasdem.Â
Keputusan ini sekaligus mengklarifikasi bahwa kedua figur tersebut tidak mengundurkan diri, melainkan dinonaktifkan langsung oleh partai, Pengumuman ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Viva Yoga Mauladi, melalui keterangan resmi pada Ahad (31/8/2025).Â
"Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025," tulis keterangan resmi DPP PAN.Â
Â
PAN juga mengimbau agar masyarakat untuk bersikap tenang, sabar dan mempercayakan secara penuh kepada pemerintah yang dipimpin oleh Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan demonstrasi masyarakat terhadap DPR.
Sebelum keputusan ini diambil, Eko diketahui duduk di Komisi VI DPR, sedangkan Surya menempati kursi di Komisi X DPR. Dengan penonaktifan tersebut, keduanya tidak lagi memiliki kewenangan menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat di Senayan.Â
Â
Langkah tegas ini dilakukan tidak lepas dari kontroversi yang belakangan ini menimbulkan gejolak di masyarakat, Eko Patrio menjadi sorotan setelah menyebut tunjangan rumah sebesar Rp50 juta untuk anggota DPR dianggap wajar.Â
Sementara Uya Kuya dikritik keras setelah aksinya melakukan joget di sidang tahunan DPR/MPR terekam dan viral di media sosial. Aksinya itu dinilai tidak sensitif di tengah himpitan ekonomi yang dialami masyarakat.
Keduanya telah melakukan pernyataan klarifikasi melalui video, Mereka menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas perbuatan yang telah di lakukan oleh keduanya.
Terpopuler
1
PWNU Jakarta Desak Kapolri Evaluasi Aparat Pasca Insiden Ojol Wafat
2
Kader PMII Kena Tembak, Ketua Komisariat Unija Serukan Doa dan Solidaritas
3
Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta: Aparat Harus Gunakan Pendekatan Humanis
4
Ketua GP Ansor Jakut Serukan Perdamaian di Tengah Aksi Unjuk Rasa
5
Forum Aliansi Mahasiswa UNUSIA Kecam Tindakan Represif Polisi
6
PKC PMII DKI Jakarta: Aksi Demonstrasi Hak Rakyat yang Harus Dijaga
Terkini
Lihat Semua