• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Jumat, 19 April 2024

Jakarta Raya

Jelang Malam Nisfu Syaban, Ketua LF PWNU Jakarta Paparkan 3 Amalan

Jelang Malam Nisfu Syaban, Ketua LF PWNU Jakarta Paparkan 3 Amalan
Ketua LF PWNU DKI Jakarata KH Abdul Kholik (Tengah). (Foto: NU Online Jakarta, Ikhwanoe).
Ketua LF PWNU DKI Jakarata KH Abdul Kholik (Tengah). (Foto: NU Online Jakarta, Ikhwanoe).

Jakarta Pusat, NU Online Jakarta

Menjelang malam Nisfu Sya'ban pada 15 Sya’ban 1445 H atau Ahad 25 Februari 2024 Masehi yang dimulai sejak tenggelamnya matahari di hari Sabtu 24 Februari 2024. Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LF PWNU) DKI Jakarta KH Abdul Kholik memaparkan amalan atau kegiatan ibadah yang perlu untuk dilakukan.


Sebelumnya, Kiai Kholik menyatakan bahwa malam nisfu sya'ban adalah malam yang istimewa, karena pada malam tersebut Allah mengampuni segala dosa-dosa setiap muslim yang beriman. Selain itu, bulan Sya'ban menyimpan sejarah perpindahan kiblat umat islam dari Bait al-Maqdis ke Masjidil Haram.


"Kepada Nahdliyin di Jakarta dan umat Islam pada umumnya, dapat mengisi malam tersebut dengan amaliyah annahdliyyah. Sebagaimana diketahui, secara metodologis amaliyah nahdliyah didasarkan pada sumber-sumber hukum Islam, yaitu; Al-Qur’an, Al-Hadits, Al-Ijma’, dan Al-Ijtihad," katanya kepada NU Online Jakarta, Sabtu (24/2/2024) siang.


Berikut adalah amalan yang perlu dilakukan selama Nisfu Sya'ban menurut KH Abdul Kholik;


Pertama, Membaca Surat Yasin


Syekh Murtadlo al Zubaidi dalam kitabnya Ittihaf al Sadah al Muttaqiin menjelaskan:


وقد توارث الخلف عن السلف في احياء هذه الليلة بصلاة ست ركعات بعد صلاة المغرب كل ركعتين بتسليمة يقرأ في كل ركعة منها بالفاتحة مرة والاخلاص ست مرات و بعد الفراغ من كل ركعتين قرأ سورة يس مرة ويدعو بالدعاء المشهور بدعاء ليلة النصف ويسأل الله تعالى البركة في العمر ثم في الثانية البركة في الرزق ثم في الثالثة حسن الخاتمة


Sungguh mewarisi ulama Khalaf dari ulama Salaf dalam menghidupkan malam Nisfu Sya'ban yakni dengan shalat enam rakaat setelah magrib, setiap dua rakaat salam yang setelah al-atihah membaca al-ikhlas enam kali. Setelah selesai, ia berdoa dengan doa nisfu yang sudah masyhur lalu meminta kepada Allah dengan membaca surat yasin tiga kali, pertama untuk keberkahan umur, kedua keberkahan rizki dan ketiga husnul khatimah. (Ittihaf al Sadah al Muttaqiin bi Syarh Ihya Ulum al Din, Bairut: Muassiah al Tarikh al 'Arabi, 1994. Juz III. h. 427).
 

Kedua, Berdoa


Imam Muhammad bin Idris As-Syafii dalam kitabnya Al-Umm menjelaskan:

بَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ: فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى، وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ


Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesunguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, hari raya Idul Adha, hari raya Idul Fithri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban. (al Umm, Daar al Wafa, 2001. Juz II. h. 485).


Ketiga, Shalat dan Bershalawat


Secara umum, perintah shalat dua rakaat ketika memiliki suatu hajat telah disampaikan oleh Nabi Muhammad:


مَنْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ إِلَى اللهِ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللهِ عز وجل وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم 


Siapa saja yang memiliki suatu hajat, atau kebutuhan kepada seorang bani Adam, maka wudhulah, dan membaguskan wudhunya, kemudian shalat dua rakaat, lalu memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi saw. (al Azkar, Surabaya: Daar al 'Ilm, 1955. h. 166).


Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Malikie mengatakan: 
 

لا يقدح في نية المصلي إذا ما نوى بعد الإخلاص لله بصلاته نية أخرى مندرجة تحت نيته الأصلية ومضافة إليها


Dalam niat orang yang shalat setelah ia meniati shalatnya dengan ikhlas karena Allah, tidak tercela ada niat lain yang masuk ke dalam niat asalnya dan niat itu ditambahkan kepadanya. (Madza fi Sya'ban, h. 122).


Kontributor: Ikhwanoe
Editor: Haekal Attar


Jakarta Raya Terbaru