• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Selasa, 28 Mei 2024

Jakarta Raya

RAMADHAN

Jelang Lebaran, Ketua LF NU DKI Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Sidang Isbat Pemerintah

Jelang Lebaran, Ketua LF NU DKI Imbau Masyarakat Tunggu Hasil Sidang Isbat Pemerintah
KH Abdul Kholik menghimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah. (Foto: NU Online Jakarta).
KH Abdul Kholik menghimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah. (Foto: NU Online Jakarta).

Jakarta Barat, NU Online Jakarta

Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LF PWNU) DKI Jakarta KH Abdul Kholik menghimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah, hal itu karena minimnya hilal yang terlihat dalam penetuan hari raya Idul Fitri 1444 H.


"Melihat kemungkinan hilal yang masih minim untuk penetuan hari raya Idul Fitri 1444 H, kami menghimbau kepada warga Jakarta supaya dapat menunggu keputusan sidang Istbat pemerintah," katanya saat diwawancarai NU Online Jakarta, Ahad (16/4/2023).


Kiai Kholik mengatkan dikalangan NU dalam penentuan awal bulan hijriyah menggunakan rukyatul hilal, hal itu diatur dalam keputusan Muktamar ke-30 di Jawa Timur.


"Nahdlatul Ulama dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha menggunakan rukyatul hilal. Hal demikian ini didasarkan pada Keputusan Muktamar Ke-30 NU tahun 1999 di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri (Jawa Timur)," jelasnya. 


Ia menambahkan ilmu hisab juga diperlukan sebagai pendukung pelaksanaan rukyatul hilal.


"Walaupun demikian, sebagai alat pendukung dalam melakukan rukyatul hilal ilmu hisab sangatlah diperlukan untuk mengetahui letak hilal secara matematis". Terangnya. 


Secara perhitungan data pengamatan  LF PWNU DKI Jakarta di Masjid Raya KH. Hasyim As'ari, Cengkareng Jakarta Barat, konjungsi akhir Ramadhan 1444 H terjadi pada hari kamis legi pukul 11:13 WIB tanggal (20/4/2023), dengan koordinat rukyat -06°09’32’’ lintang selatan, 106°42’56 bujur timur, elevasi 20 Mdpl, Matahari terbenam pukul 17:51 WIB pada azimut 281°28.


Sedangkan tinggi hilal mar’i (toposentris) 01°11’, elongasi haqiqy (geosentris) 03°31’, azimut hilal 283°00’ dan cahayanya 0.09 persen, hilal akan terbenam pukul 17:59 WIB, artinya hilal berada diatas ufuk selama 8 menit.


"Data di atas menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk, tetapi secara kriteris IRNU ketinggian hilal masih berada di bawah minimal kemungkinan hilal dapat terlihat, yaitu tinggi mar'i 3 derajat dan elongasi haqiqy 6,4 derajat," ungkap Kiai Kholik. 


Lebih dalam, ada kemungkinan lebaran digenapkan menjadi 30 hari. Jika tidak maka lebaran akan hadir di hari ke 29.


"Jika hilal tidak dapat terlihat atau teramati oleh para perukyat, maka Ramadhan 1444 H digenapkan menjadi 30 hari, namun jika terlihat hanya berumur 29 hari," tutupnya.


Kotributor : Ikhwanoe
Editor: Haekal Attar


Jakarta Raya Terbaru