• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Jumat, 21 Juni 2024

Jakarta Raya

RAMADHAN

Lembaga Falakiyah NU DKI Akan Pantau Hilal di Masjid KH Hasyim Asyari dan Pesantren Basmol

Lembaga Falakiyah NU DKI Akan Pantau Hilal di Masjid KH Hasyim Asyari dan Pesantren Basmol
Saat Pelatihan Rukyatul Hilal LF PWNU DKI Jakarta, (foto: NU Online Jakarta/Haekal Attar)
Saat Pelatihan Rukyatul Hilal LF PWNU DKI Jakarta, (foto: NU Online Jakarta/Haekal Attar)

Jakarta Utara, NU Online Jakarta
Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) DKI Jakarta H Abdul Kholik menyatakan akan melakukan pemantauan (rukyatul) hilal untuk menentukan 1 Ramadhan 1444 H di dua titik, yaitu di Masjid KH Hasyim Asy'ari dan Masjid Al Musyari'in Pesantren Al Hidayah Basmol. Keduanya terletak di Kota Jakarta Barat.


"LF PWNU DKI Jakarta melaksanakan rukyatul hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta Barat dan Pesantren Al Hidayah Basmol Jakarta Barat. Pelaksanaan rukyatul hilal di Masjid Al Musyari'in di lingkungan Pesantren Basmol Jakarta barat," katanya saat diwawancarai NU Online Jakarta, Senin (20/3/2023).


Dalam edaran Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia terdapat empat titik tempat pemantauan hilal di Jakarta, H Kholik menerangkan empat titik tersebut berubah menjadi tiga, karena titik di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag gabung dengan titik di Masjid KH Hasyim Asy'ari.


"Kanwil Kemenag yang biasanya melaksanakan rukyatul hilal di gedung Kemenag, tahun ini bergabung  di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari," jelasnya.


Selain LFNU DKI, H Kholik mengungkapkan ada juga peran dari Jakarta Islamic Center (JIC) dalam memantau hilal di Ramadhan 1444 H. JIC akan melaksanakan rukyatul hilal di Pulau Karya Kepulauan Seribu.


"JIC melaksanakan rukyatul hilal di Pulau Karya, Kepulauan Seribu," ungkapnya.


Tim Pemantauan Hilal Kemenag DKI Jakarta H Nasrudin menyatakan tempat-tempat tersebut akan mengirimkan hasil pengamatannya, lalu akan disampaikan saat rapat dengan Kemenag RI untuk menentukan awal Ramadhan 1444 H.


"Seperti tahun-tahun yang lalu, masing-masing mungkin nanti hasilnya dilaporkan ke Kemenag Pusat secara bersama," katanya kepada NU Online Jakarta, Senin (20/3/2023).


H Kholik meminta agar umat Islam untuk taat kepada hasil Sidang Isbat, jika ada perbedaan. Ia berharap untuk tetap menghormati perbedaan awal Ramadhan antar umat Islam.


"Kami tetap mengimbau kepada masyarakat dan umat Islam untuk taat kepada hasil sidang isbat Kemenag RI atau Pemerintah sebagai Ulil Amri. Jika ternyata ada sebagian umat atau golongan yang menggunakan metode lain yang menyebabkan perbedaan dalam mengawali Ramadhan, kami mengimbau untuk saling menghormati dengan prinsipnya masing-masing," pungkasnya.


Pewarta: Haekal Attar
Editor: Khoirul Rizqy At-Tamami
 


Jakarta Raya Terbaru