• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Jumat, 19 April 2024

Jakarta Raya

Masuki Putaran Ke-14, Lailatul Ijtima' MWC NU Matraman Ingin Terus Tumbuh dan Berkembang

Masuki Putaran Ke-14, Lailatul Ijtima' MWC NU Matraman Ingin Terus Tumbuh dan Berkembang
Lailatul Ijtima' MWC NU Matraman di Masjid Nururrohman Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur, Selasa (2/1/2024) lalu.
Lailatul Ijtima' MWC NU Matraman di Masjid Nururrohman Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur, Selasa (2/1/2024) lalu.

Jakarta Timur, NU Online Jakarta


Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Matraman telah mengadakan malam perkumpulan atau Lailatul Ijtima' yang ke-14, Rais Syuriyah MWC NU Matraman Kiai Samsudin berharap dengan kegiatan tersebut NU di Matraman dapat tumbuh dan berkembang secara merata di wilayahnya.


"Pada tahun ini baru tanggal di 2024 mudah-mudahan lailatul ijtima lebih maju ketimbang tahun lalu, bisa istiqomah dan (jamaah) bisa mengikuti pengajia-pengajian (NU)," katanya saat sambutan di Masjid Nururrohman Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur, Selasa (2/1/2024) lalu.


Kiai Samsudin berharap untuk kemajuan Lailatul Ijtima dapat mencakup peningkatan kualitas acara dan kegiatan yang diselenggarakan. Hal ini menurutnya bisa melibatkan penyelenggaraan diskusi yang lebih informatif, ceramah yang mendalam, atau kegiatan-kegiatan lain yang dapat memberikan manfaat substansial bagi peserta.


"Kemajuan dapat tercermin dalam pengembangan materi pengajian yang lebih relevan dan bermanfaat. Pemilihan topik yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat dapat membuat Lailatul Ijtima menjadi lebih relevan dan memberikan dampak positif," jelasnya.


Enam Manfaat Datang ke Lailatul Ijtima


Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang (PCNU) Jakarta Timur KH Abdul Razak menyatakan terdapat enam keutamaan ketika datang ke majelis ilmu. Pertama, menurutnya hadirnya ke lailatul ijtima sebagai ijabatu dakwah (mendatangi undangan) yang dapat mendatangkan pahala.


"Ketika seseorang datang ke Majelis Taklim sebagai respons terhadap undangan, hal ini dianggap sebagai bentuk partisipasi dalam aktivitas dakwah. Dengan hadir di majelis tersebut, seseorang dapat mendapatkan pahala karena merespons undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah," katanya dalam sebuah ceramah.


Kedua, Kiai Razak menyebutkan bahwa pahala terkait memberi kebahagiaan bagi yang mengundang, Ia mengatakan dalam tradisi Islam, memberikan kebahagiaan kepada orang lain dianggap sebagai perbuatan baik. 


"Jika seseorang datang ke Majelis Taklim sebagai tanggapan terhadap undangan, mereka dapat memberikan kebahagiaan kepada orang yang mengundang, karena kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan partisipasi dalam kegiatan yang diadakan," katanya.


Ketiga, silaturahmi, ketemu orang disini silaturahmi yang dapat pahalanya dapat. Ia menegaskan Majelis Taklim memberikan kesempatan untuk menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang hadir selain itu silaturahmi dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memberikan manfaat sosial.


Keempat, Kiai Razak juga mengatakan bahwa thalabul ilmi atau menuntut ilmu datang ke majelis taklim orang alim lebih baik dari shalat 1000 rakaat, Hal itu menurutnya datang ke majelis taklim untuk mendengarkan ceramah atau pengajian dari orang yang berilmu dianggap lebih baik daripada melakukan shalat sebanyak 1000 rakaat. 


Kelima, hadir dimajelisnya ulama dan duduk bersama alim Allah tambahkan kepahaman dan amal baik sehingga kehadiran di majelis taklim yang dipimpin oleh ulama atau orang yang berilmu dianggap sebagai kesempatan untuk menambah pemahaman agama dan meningkatkan amalan keagamaan. 


"Duduk bersama mereka memberikan peluang untuk belajar langsung dari mereka dan mendapatkan pandangan yang lebih mendalam tentang ajaran Islam," tegasnya.


Keenam, Ia menyebut bahwa kata Nabi Muhammad majelis dzikir dan majelis taklim untuk mengamini doa kita Malaikat memintakan ampun kepada Allah atas dosa-dosa.


"Setiap kali membaca Al-Fatihah di majelis taklim, pengajar atau penceramah, dengan izin Allah, bisa berdoa untuk ampunan dosa-dosa jamaahnya,' terangnya.


Pewarta: Haekal Attar
Editor: Aru Elgete


Editor:

Jakarta Raya Terbaru