• logo nu online
Home Warta Nasional Tafsir Jakarta Raya Hadits Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari Literasi
Rabu, 17 Agustus 2022

Jakarta Raya

PWNU DKI Jakarta: Dengan Berjamaah, Umat Islam akan Semakin Kuat

PWNU DKI Jakarta: Dengan Berjamaah, Umat Islam akan Semakin Kuat
Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif memberikan arahan di Masjid Al- Hidayah, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Sabtu, (18/6/2022)
Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif memberikan arahan di Masjid Al- Hidayah, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Sabtu, (18/6/2022)

Jakarta Timur, NU Online Jakarta

Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif memberikan arahan pada acara Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas Pengurus yang diadakan oleh Pengurus MWCNU Pulogadung di Masjid Al- Hidayah, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Sabtu, (18/6/2022). Kiai Samsul menegaskan pentingnya berjamaah.


“Agama Islam akan semakin kuat, jika umatnya bersatu padu dan berjamaah dalam satu barisan yang kompak. Karena dengan berjamaah, kita akan semakin teratur dan tertib,” kata Kiai Samsul.


Kiai Samsul menjelaskan keaktifan pengurus di organisasi NU dapat membuat pengurus tertib dalam aturan beragama.


“NU mengajarkan kita tentang beraturan dalam agama yang tertib dalam sanad keilmuannya contohnya. Hal ini agar ilmu yang kita raih runtutan ajarannya sesuai dengan Rasulullah Saw. Jangan sampai kita mengikuti ajaran dari guru yang sanad keilmuannya tidak jelas. Hasilnya akan semakin hambar atau tidak jelas,” jelasnya. 


Kiai Samsul melanjutkan adanya lampu merah di setiap jalan persimpangan dimaksudkan agar pengguna jalan tertib dan rapi.


“Coba kita bayangkan semua, di jalan tanpa ada lampu merah, sangat dipastikan jalanan akan amburadul dan semakin memperparah kemacetan. Begitu juga kita dalam beragama, tanpa sanad keilmuan yang jelas, pasti akan tidak semakin berarah cara beragama kita,” lanjutnya.


Selanjutnya Kiai Samsul mengatakan, aktivitas di NU selain untuk tertib dalam beragama juga membentengi aqidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 


“Dalam NU ada harakah (gerakan) warga dan pengurus NU harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural maupun hanya sebagai kultural,” katanya. 


Secara fikrah (pemikiran), lanjutnya, Nahdlatul Ulama senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan ‘adalah (adil). Artinya, NU tidak condong pada pemikiran-pemikiran liberal ataupun pemikiran-pemikiran ekstrem radikal.


“Secara amaliah (cara beribadah) menurutnya, NU merupakan organisasi islam yang mengusung ideologi Aswaja serta menjaga kemurnian islam dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an, Sunnah, Ijmak, dan Qiyas,” ungkapnya.


Kontributor: Farhan Maksudi

Editor: Alhafiz Kurniawan


Jakarta Raya Terbaru