• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Jumat, 19 April 2024

Jakarta Raya

Kemenag Jakarta Kukuhkan Forum Pemuda Lintas Agama

Kemenag Jakarta Kukuhkan Forum Pemuda Lintas Agama
Kemenag DKI Jakarta Kukuhkan Forum Pemuda Lintas Agama Periode 2023-2026, Rabu (13/12/2023) di Aula Jayakarta. (Foto: Instagram Kemenag DKI)
Kemenag DKI Jakarta Kukuhkan Forum Pemuda Lintas Agama Periode 2023-2026, Rabu (13/12/2023) di Aula Jayakarta. (Foto: Instagram Kemenag DKI)

Jakarta Timur, NU Online Jakarta
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta mengukuhkan Forum Pemuda Lintas Agama di Aula Jayakarta, Rabu (13/12/2023). 


Forum Pemuda Lintas Agama beranggotakan 38 pemuda dari perwakilan majelis-majelis agama se-DKI Jakarta. Pengukuhan ditandai dengan pembacaan Keputusan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Nomor: 781 Tahun 2023.


"Menetapkan Keputusan Kepala Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta Tentang Forum Pemuda Lintas Agama Provinsi DKI Jakarta Periode 2023-2026," kata Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta H Cecep Khairul Anwar saat memimpin pengukuhan. 


Cecep mengatakan Forum Pemuda Lintas secara khusus mempunyai tugas untuk menggaungkan perdamaian dan moderasi beragama. Kemudian, melakukan telaah atau kajian potensi konflik berdimensi keagamaan yang melibatkan antar umat beragama. 


"Memberdayakan umat beragama di bidang ekonomi, sosial, budaya, digitalisasi dan olahraga untuk memperkuat persaudaraan antar umat beragama," ujarnya. 


Cecep berharap dengan dikukuhkannya Forum Pemuda Lintas Agama dapat memberikan warna baru dalam merawat dan memperkokoh kerukunan di DKI Jakarta. Selain itu diharapkan Forum ini dapat memberikan peranan penting dan berpartisipasi serta menjunjung tinggi rasa toleransi antarumat beragama. 


"Forum pemuda ini dapat memberikan jawaban yang tepat atas tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia serta mampu menempatkan generasi muda pada garda terdepan," tuturnya. 


Menurutnya, pemuda harus siap untuk menghadapi ancaman dan mampu menjawab tantangan yang ada. Sebab, dalam proses pembangunan bangsa pemuda merupakan kekuatan moral kontrol sosial dan agen perubahan.


"Sebagai perwujudan dari fungsi peran karakteristik dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional," ucapnya. 


Cecep menjelaskan tujuan dibentuknya Forum Pemuda Lintas Agama antara lain, pertama, turut serta menjaga pancasila sebagai ideologo negara. Kedua, menjaga tetap tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketiga, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. 


"Keempat, melaksanakan konstitusi demokrasi dan tegaknya hukum. Kelima, meningkatkan ketahanan budaya nasional dan keenam, meningkatkan dan menjaga kerukunan antar umat beragama," jelasnya. 

 

Lebih lanjut, ia memaparkan fenomena kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia memang menarik. Perlu diamati, kerukunan umat beragama di Indonesia dapat tumbuh subur dengan agama yang beragam. Mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu. 


"Tentunya agama-agama harus menjaga umatnya agar rukun, toleran dan damai," paparnya. 


Ia berpesan, Forum Pemuda Lintas Agama dapat membantu agar DKI Jakarta bisa damai, aman dan tenteram. Karena, DKI Jakarta adalah barometer dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia. 


"Jika ada satu persoalan mencuat di DKI Jakarta, maka itu akan mencapai nasional," terangnya. 


Ia meyakini dengan hadirnya Forum Pemuda Lintas Agama dapat membawa DKI Jakarta menjadi lebih damai. Apalagi saat ini Indonesia akan memasuki bonus demografi. 


"Kalian semua milenial lebih paham dengan media, dunia industri 4.0 dan kita paham semua mindset masyarakat kita berubah, mereka cenderung bermain gadget mereka aktif bermedia sosial," imbuhnya. 


"Oleh karenanya Forum Pemuda Lintas Agama dapat meng-counter narasi-narasi negatif yang mengakibatkan Jakarta tidak damai, Jakarta tidak rukun terlebih ketika kita masuk final tahun politik," lanjutnya.


Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Lintas Agama DKI Jakarta Muhammad Ainul Yakin mengatakan bahwa Indonesia tidak akan eksis tanpa adanya peran dari seluruh tokoh dari masing-masing Agama. 


"Kalau tidak ada Kristen tidak ada Indonesia, kalau tidak ada Katolik, tidak ada Hindu, tidak ada Buddha maka tidak akan ada Indonesia," kata Yakin dalam sambutannya. 


Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta itu meyakini bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang sejak sebelum merdeka sudah memiliki sikap toleran dan majemuk. 


"Kita ini adalah menjadi contoh dari negara negara di dunia untuk membangun perdamaian, toleransi dan kemajemukan," tegasnya. 


Hal tersebut, menurut Yakin, dibuktikan oleh perwakilan tokoh agama Islam saat rapat Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bagaimana besarnya rasa toleransi untuk menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta. 


"Ini adalah pasti bentuk dari sikap toleransi untuk Indonesia yang damai yang sejahtera untuk kenyamanan semua umat beragama di Indonesia," terangnya. 


Yakin merasa bersyukur bahwa pembentukan Forum Pemuda Lintas Agama merupakan program yang awal dibentuk oleh Kanwil Kemenag DKI Jakarta dari beberapa provinsi yang lain. Oleh karena itu, ia memohon masukan dan arahan untuk keberlangsungan Forum tersebut. 


"Mohon dibimbing kami dalam melaksanakan tugas dalam menjaga kerukunan. Kami sebagai anak-anak muda yang ingin meneruskan generasi estafet pikiran-pikiran dari para pendahulu untuk ketenteraman dan kedamaian Indonesia," pungkasnya. 


Sebagai informasi, Kegiatan pengukuhan Forum Pemuda Lintas Agama dihadiri oleh beberapa tokoh di antaranya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Ahmad Ya'la, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta Romo Antonius Suyadi dan Pembimas serta pejabat struktural Kemenag DKI Jakarta.

 

Editor: Khoirul Rizqy At-Tamami
 


Jakarta Raya Terbaru