• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Jumat, 21 Juni 2024

Nasional

Alihkan Bantuan Pembangunan RS Hebron, MUI Berikan 25 Miliar untuk Gaza

Alihkan Bantuan Pembangunan RS Hebron, MUI Berikan 25 Miliar untuk Gaza
Momen MUI Pusat melaporan dana yang akan disalurkan untuk membantu Gaza. (Foto: NU Online Jakarta/Haekal Attar).
Momen MUI Pusat melaporan dana yang akan disalurkan untuk membantu Gaza. (Foto: NU Online Jakarta/Haekal Attar).

Jakarta Pusat, NU Online Jakarta


Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp 25 miliar kepada warga Palestina pada Senin (6/11/2023). Bendahara Umum MUI Misbahul Ulum menyatakan sebagian dari bantuan tersebut berasal dari donasi yang terkumpul selama Aksi Bela Palestina yang diselenggarakan pada Ahad (5/11/2023), dengan jumlah donasi mencapai Rp 2 miliar.


"Alhamdulillah juga dengan keterbatasan waktu, yang melalui acara kemarin, penghitungannya memang belum selesai. Tetapi, quick count nya itu, penghitungan cepat itu insya Allah kurang lebih sekitar ada Rp 2 miliar," katanya saat membacakan laporan.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menyampaikan bahwa jumlah dana sebesar Rp 23 miliar adalah hasil dari upaya pengumpulan donasi yang dilakukan oleh MUI untuk Rumah Sakit Indonesia di kota Hebron, Palestina. Dari jumlah tersebut, sebelumnya, sebesar Rp 23 miliar telah dialokasikan untuk mendukung pembangunan Rumah Sakit Indonesia di kota Hebron, Palestina.


"Awalnya kita niatkan membangun rumah sakit Indonesia di Hebron sebanyak Rp 23 miliar. Tapi kemudian ada pertimbangan lain termasuk perkembangan kemanusiaan yang harus kita segerakan," jelasnya.


Selain donasi tersebut, Misbahul mengatakan MUI juga menyalurkan bantuan yang telah terkumpul sebelumnya senilai total Rp 23 miliar. Oleh karena itu, total bantuan yang diberikan oleh MUI kepada warga Palestina mencapai Rp 25 miliar. Misbahul menjelaskan bahwa penyaluran bantuan MUI akan dilakukan melalui saluran resmi pemerintah, entah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) atau Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).


"Terkait masalah penyaluran kita tentu tidak ingin bermasalah, kita tidak ingin salah di dalam menyalurkan, atau salah sangkaan. Sehingga nanti penyalurannya pun kita akan melalui saluran resmi pemerintah RI, Kemenlu, mungkin juga melalui BAZNAS pokoknya dari government, pemerintah Indonesia," pungkasnya.


Pewarta: Haekal attar
Editor: Aru Elgete


Editor:

Nasional Terbaru