• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Selasa, 28 Mei 2024

Jakarta Raya

Halal Bihalal 2024, Ketua PWNU Jakarta Ajak Warga NU Bangun Kota Pasca-Jadi DKJ

Halal Bihalal 2024, Ketua PWNU Jakarta Ajak Warga NU Bangun Kota Pasca-Jadi DKJ
Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif saat acara Halal Bihalal PWNU DKI Jakarta di Roemah Djan, Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2024) pagi.
Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif saat acara Halal Bihalal PWNU DKI Jakarta di Roemah Djan, Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2024) pagi.

Jakarta Pusat, NU Online Jakarta

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif, mengajak seluruh warga NU untuk membangun kota Jakarta setelah menjadi Daerah Khusus Jakarta.


Hal itu dikatakan Kiai Samsul saat acara Halal Bihalal PWNU DKI Jakarta di Roemah Djan, Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2024) pagi.


"Beberapa hari yang lalu, Undang-undang (UU) nomor 2 tahun 2024 yang terkait dengan DKI sudah resmi diundangkan. Oleh karena itu, tentu sebagai warga Jakarta, kita memiliki kewajiban penyesuaian baik dari aspek administrasi maupun hal-hal yang berkenaan dengan surat-menyurat, bahkan bisa jadi dengan hal-hal yang bersifat legal formal," kata Kiai Samsul.


Oleh karena itu, Kiai Samsul menyampaikan bahwa tantangan warga NU di Jakarta, lantas Kiai Samsul bertanya, apakah bisa membangun Jakarta untuk lebih maju dan berkembang?


"Itu tidak cukup dikatakan siap saja, tapi harus ada keinginan bahwa warga NU Jakarta harus siap membangun Jakarta yang lebih baik setelah tidak menjadi ibu kota. Sekali lagi, tidak cukup hanya dengan modal tepuk dan kata-kata siap saja," jelas Kiai Samsul.


Terkait gerakan untuk kemajuan Jakarta, Kiai Samsul juga mengajak untuk melakukan gerakan dan mendiskusikan langkah-langkah besar untuk kemajuan Jakarta kedepannya.


"Saya mengajak kepada warga NU untuk mari kita mendiskusikan melakukan gerakan-gerakan baik itu gerakan pemikiran maupun gerakan yang lebih prinsip lagi, yaitu perilaku untuk membawa Jakarta yang lebih baik lagi," ungkapnya.


Tentang jumlah warga NU di Jakarta, Kiai Samsul mengkonfirmasi bahwa menurut data survei, warga NU sekitar 56,9 persen dari warga yang mengaku NU. Artinya, 50 persen warga di Jakarta menurut Kiai Samsul adalah orang NU.


"Sehingga Daerah Khusus Jakarta maju atau tidak, tentu salah satu faktornya adalah apakah warga NU siap memajukan kota Jakarta atau tidak?" terangnya.


Sayangnya, Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Muhyidin Ishaq, tidak dapat menghadiri acara tersebut karena dikabarkan sedang menjalani penyembuhan. Kiai Samsul mengajak seluruh hadirin membacakan surat Al-Fatihah untuk kesehatan Kiai Muhyidin.


"Mari kita bacakan Al-Fatihah, khusus untuk Kiai Muhyidin Ishaq, semoga Allah memberikan kesehatan sehingga dapat memberikan petunjuk kembali untuk Pengurus NU," terangnya.


Pewarta: Haekal Attar
Editor: Aru Elgete


Editor:

Jakarta Raya Terbaru