• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Jumat, 21 Juni 2024

Jakarta Raya

Halal Bihalal MUI 2024, KH Anwar Iskandar Tegaskan Pentingnya Persatuan Pasca Pemilu 2024

Halal Bihalal MUI 2024, KH Anwar Iskandar Tegaskan Pentingnya Persatuan Pasca Pemilu 2024
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar saat sambutan diacara Halal Bihalal MUI 2024 di Hotel Grand Sahid, Selasa (7/5/2024).
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar saat sambutan diacara Halal Bihalal MUI 2024 di Hotel Grand Sahid, Selasa (7/5/2024).

Jakarta Pusat, NU Online

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menegaskan pentingnya persatuan pasca pemilihan umum (Pemilu) 2024. Secara umum Ia mengatakan pada saat ini adalah apapun latar belakang politik dan kepentingannya bergandeng tangan songsong Indonesia menuju masa depan.


“Marilah seluruh warga bangsa ini menatap hari esok dengan optimis atas ridha Allah SWT. Asal kita bersatu, Insya Allah kita berhasil,” kata Kiai Anwar saat sambutan diacara Halal Bihalal MUI 2024 di Hotel Grand Sahid, Selasa (7/5/2024).


Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 itu menekankan, kegiatan halal bi halal ini bukan hanya untuk menguatkan terkait pentingnya saling memaafkan di antara kita melainkan menyudahi adanya polarisasi setelah kontestasi pada Pemilu 2024. Oleh karena itu, Kiai Anwar mengajak seluruh seluruh warga negara untuk bergandengan tangan dan bersatu untuk menyongsong Indonesia maju di masa yang akan datang. 


"Halal Bi Halal ini seperti sila ketiga Pancasila yakni persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia program penting bagi bangsa dan negara ini untuk melangkahkan kakinya untuk Indonesia yang lebih baik," jelas dia. 


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Halal Bihalal 2024 MUI, KH M Cholil Nafis,  mengatakan pertemuan berbagai tokoh dalam satu wadah pascapemilu dapat menjadi momentum mengeratkan persatuan bangsa. Tidak hanya mengundang tokoh bangsa, MUI juga turut mengundang tokoh lintas iman dalam kegiatan ini.


"Kami undang sejumlah tokoh lintas iman sebagai bentuk toleransi antar umat beragama. Sebab untuk membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendirian, harus ada kehadiran dari seluruh komponen bangsa," katanya.


Kiai Cholil menambahkan, kendati dalam satu bulan puasa hanya diwajibkan bagi umat Islam. Akan tetapi dalam proses halal bihalal tidak hanya berlaku bagi umat Islam. Hal ini karena, kegiatan saling memaafkan bukan hanya kepentingan antar salah satu umat saja. Sebagai umat yang beragama dan dalam naungan bangsa yang satu, Halalbihalal menjadi momen yang penting.


"Kita ingin saling memaafkan antarsesama. Kita juga ingin menyampaikan kepada publik bahwa kita mendahulukan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi atau golongan sendiri," kata dia.  


Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Wakil Presiden RI KH Maruf Amin, Wakil Presiden ke-6 Tri Sutisno, Wakil Presiden ke-11 dan ke-12 Jusuf Kalla, Menkopolhukam Hadi Tjahjanto, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PPPA Bintang Puspa Yoga, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua OJK Mahendra Siregar, Ketua Baznas Prof Noor Achmad, dan para pimpinan MUI serta Ormas Islam.


Penulis: Nyimas Zulva Lisami
Editor: Haekal Attar


Jakarta Raya Terbaru