• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Selasa, 28 Mei 2024

Jakarta Raya

LF PWNU Jakarta Jelaskan Hilal di Masjid KH Hasyim Asyari Terhalang Mendung

LF PWNU Jakarta Jelaskan Hilal di Masjid KH Hasyim Asyari Terhalang Mendung
Ketua LFNU DKI Jakarta KH Abdul Kholik Menyampaikan Kondisi Terkini Rukyatul Hilal di Masjid Hasyim Asyari, Jakarta, Ahad (10/3/2024). (Foto: NU Online Jakarta/Haekal Attar)
Ketua LFNU DKI Jakarta KH Abdul Kholik Menyampaikan Kondisi Terkini Rukyatul Hilal di Masjid Hasyim Asyari, Jakarta, Ahad (10/3/2024). (Foto: NU Online Jakarta/Haekal Attar)

Jakarta, NU Online Jakarta

Ketua Lembaga Falakiyyah (LF) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Abdul Kholik menjelaskan bahwa langit di Jakarta terhalang mendung saat pemantauan Hilal yang dilakukan di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, Ahad (10/3/2024).

 

"Sementara ini kita bisa melihat langit sedang tidak cerah atau mendung. Tentunya ini menjadi bagian dari bukti-bukti yang akan kita laporkan nanti ke Kementerian Agama (Kemenag) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)," katanya kepada NU Online Jakarta.

 

Saat ini, Kiai Kholik terus berupaya untuk memantau hilal dengan sebaik mungkin. Ia mengatakan bahwa keberadaan hilal sangat penting karena berhubungan langsung dengan awal Ramadhan 1445 H.

 

"Pastinya ini sangat penting, berhubungan dengan awal puasa. Kami terus berupaya semaksimal mungkin mengabarkan soal itu," jelasnya,

 

Secara hisab, Kiai Kholik menginformasikan bahwa posisi hilal di Jakarta saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk selama 5 menit dengan tinggi toposentris 00°47' dan elongasi geosentris 02°28'.

 

"Itu data sementara yang kita tengah kumpulkan dan kita ketahui, untuk perkembangan selanjutnya kami usahakan lebih baik lagi," ujarnya.

 

Melihat adanya potensi perbedaan, Ketua LF PWNU DKI Jakarta KH Abdul Kholik berpendapat, dalam penentuan awal Ramadhan dengan mengikuti hasil sidang isbat oleh Kemenag RI itu menjadi sangat penting sebagai semangat pemersatu untuk mengambil keputusan bersama.

 

"Jadi pada prinsipnya kami hanya memantau dan melaporkan seluruh hasilnya, yang memutuskan adalah pemerintah," tegasnya.

 

Sebelumnya, Sekretaris LF PWNU DKI Jakarta Ikhwanuddin mengumumkan akan menerjunkan sebanyak 15 perukyat untuk rukyatul hilal

 

"Saat melakukan rukyatul hilal menjelang magrib yang dipandu langsung oleng 15 perukyat dari pengurus Lembaga Falakiyah Jakarta," katanya kepada NU Online (9/3/2024).

 

Ikhwan membeberkan bahwa kegiatan rukyatul hilal di Masjid Hasyim Asy'ari tersebut dimulai sejak siang hari dengan kegiatan seminar 'Awal Bulan Hijriyah dan Dua Gerhana'. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dirancang sedemikian rupa sehingga peserta dapat mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang mencakup konsep-konsep dasar dalam ilmu falak. 

 

Terakhir, Ikhwan menyebutkan bahwa materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang perhitungan astronomi, metode observasi benda langit, dan aplikasi praktis dari ilmu falak dalam menentukan awal bulan Ramadan serta penanggalan Islam lainnya.

 

Penulis: Haekal Attar

Editor: Khoirul Rizqy At-Tamami


Jakarta Raya Terbaru