• logo nu online
Home Warta Nasional Jakarta Raya Dari Betawi Keislaman Sejarah Opini Literatur Obituari
Rabu, 28 September 2022

Fiqih

Ketika Rasulullah dan Sahabat Berpatungan Kurban

Ketika Rasulullah dan Sahabat Berpatungan Kurban
Patungan ini untuk tujuh orang dengan kurban seekor sapi, tidak bisa patungan kurban kambing atau domba, karena kambing dan domba hanya untuk kurban satu orang.
Patungan ini untuk tujuh orang dengan kurban seekor sapi, tidak bisa patungan kurban kambing atau domba, karena kambing dan domba hanya untuk kurban satu orang.

Ketika Rasulullah dan Sahabat Berpatungan Kurban

Ada yang tanya:

Sebentar lagi akan datang Hari Raya Idul Adha. Banyak yang akan berkurban. Ada fenomena kurban patungan. Tujuh orang patungan membeli sapi untuk dijadikan kurban mereka. Ini sudah terjadi di mana-mana. 


Bagaimana duduk perkara kurban patungan ini? 

Patungan kurban ini sudah ada pada zaman Nabi Saw. Bahkan, Nabi pernah ikut patungan kurban bersama enam sahabat.


Diriwayatkan dari Abul Asad as-Sulami, dari ayahnya, dari kakeknya (bernama Amr ibn Abasah), ia berkata, “’Aku adalah orang ketujuh bersama Rasulullah Saw. dan Rasulullah memerintahkan kami untuk mengumpulkan uang senilai satu dirham setiap orang. 


Setelah uang terkumpul, kami membeli satu ekor hewan kurban dengan harga tujuh dirham. Kami katakan kepada Rasulullah bahwa hewan yang kami beli ini termasuk mahal harganya.’ Beliau lantas bersabda, ‘Sebaik-baik kurban adalah yang mahal dan yang gemuk.’” (HR. Imam Ahmad).


Demikianlah duduk perkara kurban patungan. Patungan ini untuk tujuh orang dengan kurban seekor sapi, tidak bisa patungan kurban kambing atau domba, karena kambing dan domba hanya untuk kurban satu orang. Wallahu a’lam.


KH Taufik Damas Lc, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta


Fiqih Terbaru